Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Iwan Kurniawan Blog's Catatan-Catatan Isenk

ReviewReviewReviewReviewReviewFeb 6, '08 1:40 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Bill Kovach & Tom Rosenstiel
Jurnalisme hadir untuk membangun masyarakat. Jurnalisme ada untuk memenuhi hak-hak warga negara. Jurnalisme ada untuk demokrasi. Tapi tujuan utama dari jurnalisme adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa hidup bebas dan mengatur diri sendiri.
Elemen pertama dalam sembilan elemen jurnalistik adalah kewajiban jurnalisme terhadap kebenaran. Saat pers moderen mulai terbentuk bersama dengan kelahiran teori demokrasi, janji untuk berlaku jujur dan akurat, dengan cepat jadi bagian yang kuat dari pemasaran surat kabar yang paling awal. “kebenaran jurnalistik” ini adalah lebih dari sekedar akurasi. Pengejaran kebenaran tidak berat sebelah adalah yang paling membedakan dari bentuk komunikasi yang lain.
Jurnalisme eksis dalam konteks sosial. Warga sebagai individu atau masyarakat sangat tergantung dari laporan yang akurat dan dapat diandalkan tentang peristiwa yang terjadi. Jurnalisme harus dan bisa mengejar kebenaran di dalam pengertian yang bisa masyarakat jalankan dari hari ke hari. Memahami kebenaran jurnalistik adalah sebuah proses menuju pemahaman yang sebenarnya lebih membantu dan realistis.
Elemen kedua adalah loyalitas jurnalisme adalah untuk masyarakat. Jurnalisme bekerja untuk warga. Komitmen kepada warga lebih besar ketimbang egoisme profesional. Kesetiaan kepada warga ini adalah makna dari yang kita sebut indepedensi jurnalistik. Sayangnya komersialime yang melanda perusahaan-perusahaan media membuat wartawan bingung tentang loyalitas mereka.
Sebenarnya pemilik perusahaan media harus mendahulukan warga. Merekalah yang sering memilih dan memutuskan kualitas berita. Para pemilik perusahaan media perlu mengkomunikasikan standar yang jelas kepada wartawan dan publik.
Elemen ketiga adalah intisari jurnalisme adalah displin verifikasi. Disiplin verifikasi adalah ihwal yang memisahkan jurnalisme dari hiburan, propaganda, fiksi, atau seni. Hanya jurnalisme yang sejak awal berfokus untuk menceritakana apa yang terjadi setepat-tepatnya. Tapi hal ini dapat menghilangkan makna objektivitas karena displin verifikasi sangat bersifat pribadi dan begitu sering secara serampang dikomunikasikan.
Elemen keempat adalah praktisi jurnalisme harus menjaga independensi terhadap sumber berita. Hal ini berlaku bahkan pada mereka yang bekerja di ranah opini, kritik, dan komentar. Independensi semangat dan pikiran inilah, dan bukannya netralistas, yang harus diperhatikan sungguh-sungguh oleh wartawan. Independensi semangat bahkan menjangkau penulisan opini yang tidak ideologis.
Persoalan independensi tidak terbatas pada ideologi. Saat wartawan menjadi lebih terlatih, berpendidikan lebih tinggi, dan dalam banyak hal mendapatkan bayaran lebih baik, maka muncullah komplikasi lain tentang independensi.
Element kelima dalam sembilan element jurnalisme adalah jurnalisme harus menjadi pemantau kekuasaan.prinsip ini sering disalahpahami, bahkan oleh wartawan. Prinsip anjing penjaga (wacthdog) ini tengah terancam dalam jurnalisme dewasa ini oleh penggunaannya yang berlebihan, dan oleh peran anjing penjaga palsu yang lebih ditunjukkan untuk menyajikan sensasi ketimbang pelayan publik. Lebih serius lagi, peran anjing penjaga terancam oleh jenis baru konglomerasi perusahaan, yang secara efektif bisa merusak independensi yang dibutuhkan pers untuk menjalankan peran pemantauan mereka.
Prinsip anjing penjaga bermakna tak sekedar memantau pemerintahan, tapi juga meluas hingga pada semua lembaga yang kuat di masyarakat.
Element keenam adalah jurnalisme harus menyediakan forum kritik maupun dukungan masyarakat. Fungsi forum pers ini bisa menghasilkan demokrasi bahkan di negara besar sekalipun. Caranya adalah mendorong sesuatu yang disebut dasar bangunan demokrasi yaitu kompromi, kompromi, kompromi.
Jurnalisme harus menyediakan sebuah forum untuk kritik dan kompromi publik. Diskusi publik harus dibangun di atas prinsip-prinsip yang sama sebagaimana hal lain dalam jurnalisme.
Element ketujuh adalah jurnalisme harus berupaya keras untuk membuat hal yang penting menarik dan relevant. Ketika orang bicara tentang membuat berita menjadi enak dobaca dan relevan, diskusi menjadi dialektis. Jurnalisme adalah mendongeng dengan sebuah tujuan. Tujuannya adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan orang dalam memahami dunia.
Tantanganya adalah menemukan informasi yang orang butuhkan dan membuatnya bermakna, relevan, dan enak disimak. Dengan kata lain, tanggung jawab wartawan adalah bukan sekedar menyediakan informasi, tapi menghadirkan sedemikian rupa sehingga orang tertarik untuk menyimak.
Element kedelapan adalah jurnalisme harus menyiarkan berita komprehensif dan proposional. Jurnalisme adalah katografi modern. Ia menghasilkan sebuah peta bagi warga untuk mengarahkan persoalan masyarakat. Itulah manfaat dan alasan ekonomi kehadiran jurnalisme.
Konsep kartografi membantu menjelaskan apa yang menjadi tanggung jawab jurnalisme. Nilai jurnalisme tergantung pada kelengkapan dan proporsionalitas. Mengumpamakan jurnalisme sebagai peta membantu kita melihat bahwa proporsi dan komprhensivitas menjadi kunci akurasi.
Element terakhir adalah praktisi jurnalisme harus diperbolehkan mengikuti hati nurani mereka. Setiap wartawan, dari redaksi hingga dewan direksi harus mempunyai rasa etika dan tanggung jawab sosial. Terlebih lagi, mereka mempunyai rasa tanggung jawab untuk menyuarakan sekuat-kuatnya hati nurani mereka dan membiarkan yang lain melakukan hal yang serupa. Agar hal ini dapat terwujud, keterbukaan redaksi adalah hal yang penting untuk memenuhi semua prinsip sembilan element jurnalistik.
buku ini menjelaskan tentang sembilan element penting dalam jurnalisme yang akan membuat warga atau masyarakat dapat mempercayai wartawan dalam memenuhi tanggung jawab sosialnya.
Buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa jurnalistik maupun masyarakat umum yang ingin memahami seluk beluk jurnalistik televisi. Buku ini juga cocok dibaca oleh para praktisi komunikasi yang ingin memperdalam ilmunya.


bolorman wrote on May 14, '08
tau dimana bisa beli buku ini? thx
catatanisenk wrote on May 16, '08
di toko buku banyak ko... sumpah...
coba d di Palasari (Bandung) atau di daerah kwitang...
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
0 out of 5 stars